Jumat, 27 September 2013

Ragam Ras Dunia



Alkisah, manusia berasal dari satu nenek moyang, Adam dan Hawa (Eva). Kisah ini masih dalam perdebatan. Apakah Adam itu manusia pertama di bumi ataukah sebagai khalifah/ pemimpin yang diutus Tuhan pertama kali di bumi.

Pada saat penciptaan Adam, di surga, ada malaikat yang mempertanyakan (keberatan) kenapa Tuhan menciptakan Adam (manusia) yang akan menyebabkan kerusakan di bumi ? Bagaimana malaikat bisa tahu bahwa manusia bakal merusak bumi jika sebelumnya belum ada manusia di bumi ? malaikat tahu karena kemungkinan sudah ada manusia di bumi, sebelum penciptaan Adam. Setahu malaikat, manusia-manusia di bumi itu kerjanya merusak (hutan).

Sesungguhnya tidak ada kesulitan bagi Tuhan untuk menciptakan berbagai bentuk manusia. Apa yang dikehendakiNya akan tercipta. Penafsiran manusia berasal dari satu nenek moyang (Adam) sama artinya dengan membatasi kreatifitas Tuhan.

Keberagaman ras manusia di bumi memang diciptakan Tuhan demikian. Bukan hasil dari evolusi karena beradaptasi dengan lingkungan. Jika semua manusia berasal dari satu nenek moyang, wujud evolusi manusia karena adaptasi seharusnya tidak ekstrim. Namun kenyataannya eksposur yang tampak justru ekstrim yang mencirikan spesifikasi ras, seperti warna kulit hitam – putih.

Mustahil jika manusia berasal dari satu nenek moyang. Warna kulit hitam mustahil akan berevolusi menjadi putih, demikian sebaliknya. Semua manusia asli, tidak ada hasil evolusi. Semua ras manusia berderajat sama.

Keanekaragaman bahasa juga sebagai bukti penguat, bahwa manusia tidak berasal dari satu nenek moyang. Jika berasal dari satu akar, tentulah seluruh bahasa di muka bumi ini mempunyai banyak persamaan. Tidak mudah menciptakan bahasa (baru), kecuali Tuhan. Tuhan menciptakan makhluknya lengkap dengan bahasanya agar mereka dapat saling berkomunikasi.

Jika demikian manusia yang manaketuruhan Adam ? Salah satu diantara ras manusia di bumi pasti ada yang cucu Adam. Tapi yang mana ? Hanya Tuhan yang tahu. Baik keturunan Adam atau bukan, tidak ada (ras) manusia yang lebih mulia dihadapan Tuhan kecuali takwanya.

Pengklasifikasian ras tidak mutlak, berbeda antropolog berbeda pula dasar pendiskripsian dan penamaan ras. Secara garis besar, berdasarkan spesifikasi postur dan corak fisik, manusia dapat dibedakan menjadi beberapa ras utama yakni :
   
Orang kita bilang ‘orang bule’. Mereka mempunyai ciri fisik utama kulit putih (bule), badan tinggi, hidung mancung, rambut pirang. Termasuk ras yang mudah dikenal (tegas) corak fisiknya. Sebelum tersebar, ras ini berasal dari daratan Eropa.

Warna kulit hitam pekat, badan tinggi, rambut keriting hitam pekat.  Termasuk ras yang mudah dikenal (tegas) corak fisiknya. Sebelum tersebar, akibat perbudakan, ras ini berasal dari daratan Afrika.

Orang arab dan yahudi adalah contoh ras semit. Hidung mancung, berjambang, badan tegap. Termasuk ras yang mudah dikenal (tegas) corak fisiknya.  Pemain film Hollywood umumnya dari ras ini. Sebelum tersebar, karena perdagangan, syiar agama, atau pengusiran (yahudi), ras ini secara umum berasal dari daratan Timur Tengah. Jika Adam dan Hawa bertemu kembali di Jabal Rahmah – tanah Arab, setelah diusir dari Surga, kemungkinan besar ras semit ini turunan Adam. Wallahu a’lam.

Orang Jepang, Korea, Cina, Mongol sendiri adalah termasuk ras ini. Kulit kuning, mata sipit, rambut lurus, kalau ada yang berambut keriting biasanya dari salon. Termasuk ras yang mudah dikenal (tegas) corak fisiknya. Sebelum tersebar, ras ini secara umum berasal dari daratan Asia utara.

Melan berarti ‘hitam’. Warna kulit mereka hitam, tetapi berbeda dengan ras Afrika. Rambut keriting  tinggi badan beragam. Termasuk ras yang mudah dikenal (tegas) corak fisiknya. Ras ini secara umum menempati wilayah kepulauan Pasifik termasuk Papua.

Berasal dari bahasa Yunani, poli artinya ‘banyak’, dan Nesia berarti ‘pulau’ atau ras kepulauan. Ras penghuni kepulauan ini memiliki corak beraneka ragam. Ciri fisiknya tidak tegas. Dari warna kulit, bentuk rambut, serta ciri fisik lainnya, beraneka ragam bentuknya. Manusia Asean secara umum termasuk di dalam ras polinesia ini, termasuk Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar