Jumat, 27 September 2013

Corak Ras vs Kekuatan Fisik

Ras Pribumi
Jika kita perhatikan pada tayangan National Geographic, hampir seluruh binatang liar di Afrika atau dimana saja di dunia ini, bercorak bulu seragam. Baik mangsa maupun pemangsanya. Zebra, rusa, jerapah, singa, chetah, monyet, dlsb corak bulu masing-masing binatang tersebut seragam. Secara visual, sulit bagi kita untuk membedakan antara satu dengan lainnya. Binatang liar lebih gesit, ulet, cekatan, berstamina, dan lebih kuat baik mangsa maupun pemangsanya karena alam menuntutnya demikian.

Bandingkan dengan ayam kampung, kambing, sapi, kuda, anjing dan kucing rumah, dlsb yang dekat dengan kita  dan menjadi peliharaan  manusia. Secara umum mereka bercorak bulu berbeda antara satu dengan lainnya sehingga kita mampu membedakannya. Ambil contoh kambing, walaupun dari jenis yang sama mereke memiliki corak bulu yang berbeda. Demikian pula dengan kuda, anjing, kucing, dan binatang peliharaan lainnya.
  

Secara fisik binatang ternak dan peliharaan lebih lemah, lambat, dan lebih rapuh dibandingkan binatang liar. Apa jadinya jika binatang ternak dan peliharaan tadi dicemplungkan ke alam liar ? Mereka akan menjadi santapan empuk para pemangsa karena keleemahan dan kelambatan mereka.

Demikian pula dengan ras manusia.  Manusia dengan ras dengan corak rupa yang relatif seragam memiliki kekuatan fisik yang lebih  dibandingkan dengan ras dengan corak tak seragam. Corak seragam artinya pada ras tersebut memiliki ciri fisik yang pasti dan tegas. Sedangkan corak yang tidak seragam, ciri fisiknya tidak pasti sehingga sulit didiskripsi.Ras manusia dengan corak yang tegas dan konsisten memiliki fisik yang kuat, sebaliknya bagi ras manusia yagn corak fisiknya tidak konsisten.

Lantas seperti apakah corak fisik ras pribumi kita ? sayangnya masuknya di dalam kategori tidak seragam, ciri fisik pribumi kita tidak konsisten. Jika Anda pribumi, coba perhatikan kembali ciri fisik Anda dan bandingkan dengan saudara-saudara dekat, teman, dan tetangga Anda. Adakah corak fisik yang pasti di antara Anda dan orang lain ? Jika kita perhatikan,   corak fisik pribumi kita ada yang kulitnya berwana terang, coklat, bahkan gelap. Rambut ada yang lurus ada juga yang keriting. Hidung ada mancung ada pula yang pesek. Mata ada sipit tapi ada pula yang belo. Begitu pula dengan jambang, ada yang klimis ada pula yang berjambang. Ini sebagai indikasi bahwa  ras pribumi kita adalah ras yang lemah. Oleh karenanya jangan mengandalkan kekuatan fisik di dalam berkompetisi. Baca juga artikel 'Kenapa Kita Menempati Negeri Surga Ini ? '

Kelemahan fisik ras kita ini perlu diungkap bukan untuk melemahkan mental bangsa, tetapi untuk meluruskan anggapan bahwa semua ras manusia itu sama, padahal tidak. Dengan mengungkap kelemahan ini, kita semua menjadi tahu, memaklumi, dan tidak keliru di dalam mengandalkan core competency kita. Dengan mengetahui keterbatasan, kita tidak harus ‘ngoyo’ mengasah yang bukan keunggulan kita. Memaklumi kegagalan dan tidak mengomentari kekalahan dengan komentar negatif apalagi mencacimaki,  dan tidak menyalahkan siapa pun termasuk menyalahkan pengurus olahraga. Keculai jika atlet tidak terurus kebutuhan logistiknya selama masa pertandingan.

Cara paling mudah untuk membuktikan bahwa ras pribumi kita adalah ras lemah,  melalui kompetisi sepakbola.  Masih ingat pada pertandingan sepakbola persahabatan antara Arsenal melawan PSSI pada pertengahan Juli 2013 ? timnas kita kalah telak 0 – 7. Demikian pula ketika timnas berlaga melawan negara arab, dipastikan akan kalah. Kekalahan yang dialami timnas bukan karena kalah teknik, tetapi kalah ras. Teknik bermain bola dari dulu sampai sekarang sama saja. Kalau dikatakan kalah pengalaman, mustahil karena sudah ratusan kali berlaga.

Walaupun dalam kompetisi tingkat dunia  ‘pernah’ memenangkan pertandingan pada babak penyisihan, namun secara agregat lebih sering kalah. Kemampuan timnas di ajang komopetisi dunia hanya mampu mengimbangi perlawanan ras serumpun seperti Myanmar, Thailand, Vietnam, atau Malaysia. Namun demikian hasilnya pun belum menjanjikan terutama jika berlaga melawan Malaysia.

Di dalam dunia olahraga tidak ada kaitan antara kedigdayaan dengan jumlah penduduk, yang terjadi adalah laga antar ras. Kuwait negara kecil dengan jumlah penduduk 1% dari penduduk negeri kita. Namun dalam urusan sepakbola, timnas tak akan mampu mengalahkan tim Kuwait.  Karenanya tak heran jika timnas kita dikalahkan oleh tim Singapura yang jumlah penduduknya seperempat Jakarta. Ini bisa terjadi karena tim Singapura terdiri dari ras yang lebih unggul dibandingkan dengan ras timnas kita.

Jangan kecewa jika timnas kita tak mampu memenangkan pertandingan. Sepakbola bagi ras kita lebih tepat sebagai hiburan, tidak harus menang. Jika bisa menang, itu prestasi luar biasa. Namun jangan tertlalu berharap itu akan terulang kembali. Jangan lagi memaki atau menyalahkan pengurus jika timnas tak berkalung medali. Itu semua wajar saja. Kekuatan ras kita bukan pada fisik,tetapi non fisik yang lebih dahsyat, yang tidak dimiliki ras lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar